Tari Tradisional Legong

Auto Date Tuesday, September 1st, 2015

Ritme pada Tari Legong Kraton

Ritme pada Tari Legong Kraton
Ritme merupakan unsur yang paling kuat dan meyakinkan disamping kehebatan tehnik. Dalam tari unsur ritme sangat berperan penting, pemahaman dasar dan kunci-kunci penataan ritme akan menambah kenikmatan dinamika, sehingga suatu tarian tidak akan menoton, karena manusia tidak akan pernah dapat bertahan dalam sebuah suasana yang mutlak yang tidak berubah-ubah intensitasnya. Pada Tari Legong Kraton ini memakai gamelan Palegongan, kesatuan barungan ini terdiri dari pada sejumlah alat-alat yang mempunyai nama-nama tersendiri dan fungsi terhadap kesatuan barungannya.

Sesuai dengan bentuknya yang mengkhusus masing-masing bebarungan gamelan di Bali, maka lagu-lagu daripada setiap jenis gamelan itu mempunyai susunan komposisi tersendiri yang merupakan bentuk khas dari setiap jenis gambelan itu. Demikian pula halnya dengan lagu-lagu palegongan mempunyai bentuk tersendiri dengan ciri-ciri keasliannya yang berbeda dengan lagu-lagu gambelan lainnya. Ciri khas dari pada lagu-lagu palegongan yang pertama adalah penonjolan permainan melodi gender rambat, kemudian melodi kendang untuk bagian lagu pengawak dan susunan komposisi yang memberi peluang-peluang untuk tandak (seni suara vokal) yang baik sekali. Lagu-lagu palegongan bilamana tidak disertai tandak akan kurang lengkap/mantap.

Penyusunan lagu-lagu iringan Legong Kraton biasanya diintikan oleh tiga pokok lagu yaitu pengawak, pengecet, pekaad. Setelah adanya tiga inti tersebut kemudian dilengkapi dengan beberapa jenis melodi sebagai perbendaharaan susunan tari. Melodi pelengkap yang dimaksud adalah pengalihan atau disebut juga gineman, pengawit, gabor bapang, lelonggoran, pengipuk, batel maya, pangetog, pemalpal dan tangis. Melodi-melodi pelengkap tersebut belum tentu selalu terpakai pada setiap komposisi lagu iringan tari palegongan.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8

Tinggalkan Komentar Anda


Search
Categories
bash (1)Ms Windows (3)