Junk Food

Auto Date Sunday, September 5th, 2010

Raditya memenuk bundanya sambil mengeluh dadanya terasa sakit, dengan sedih bilang “mak sakit, mak …” dan slalu minta di peluk bundanya. Ini kejadian kedua dimana dua minggu lalupun Raditya mengeluh sakit ke saya dan minta di anter kerumah sakit. Sedih rasanya melihat Raditya yang lemas, tidak bergairah, canda riang hilang.

Kondisi ini terjadi tatkala Raditya mendapatkan makanan yang tidak terkontrol dan mengandung pemanis buatan ataupun penyedap rasa “MSG” yang berlebihan. Godaan anak kecil untuk konsumsi makananĀ  atau meminum jenis seperti ini sangatlah tinggi, apalagi lingkungan anak-anak sangat populer sehingga mereka saling berbagi, namun yang ini tentu saja berbagi yang merugikan. Ini yang saya alami terhadap Raditya. Setelah Raditya minuman teh sXsrX di lua pengawasan saya maupun ibunya, Raditya mulai pilek dan napasnya berat (saya belum tahu kalau asmanya kambuh) hari kedua napasnya makin berat dan sempat menolak makan, saat saya tinggal kerja Raditya tidur dan tidak seperti biasanya berlari-larian, loncat-loncat dengan riang, hari itu Raditya hanya pingin tidur saja. Sorenya bilang sama ibunya klo sakit di dadanya (mungkin kesulitan bernafas). Segeralah di antar ke Rumah Sakit Surya Husadha, di cek di nyatakanlah Raditya menderita Asma. Bahkan dalam terapi itu kalau tidak ada perubahan Raditya musti dirawat inap.

Makanan dan minuman inilah yang berbahaya bagi Raditya, dan memang dari bayi saya berusaha untuk menghindarkan Raditya dari makanan seperti ini, bahkan mie instan pun tidak saya sarankan untuk menjadi lauk apalagi makanan pokok buat Raditya. Kini saya memiliki tugas dan tanggung jawab memberikan pengertian-pengertian serta pengawasan lebih kepada Raditya mana makanan yang boleh mana yang harus di hndari, mengingat Raditya tambah umur tambah lincah bermain, tambah teman permainan dan juga ada kalanya mereka membeli makanan dan minuman yang tidak layak buat di konsumsi oleh Raditya yang bis menggoda untuk ikutan mengkonsumsinya.

Saya pingin raditya tidak menderita asma, tidak tergantung terhadap alat maupun obat-obatan, adakah cara alami yang bisa saya lakukan selain pencegahan?

Salam,


Tinggalkan Komentar Anda