dikala kerinduan melanda

Auto Date Sunday, June 27th, 2010

liburan sekolah Raditya udah dua minggu berlalu, dan selama waktu itu pula Raditya berlibur di rumah kakeknya tanpa kami temani. diawal minggu berada bersama kakeknya Raditya asik dengan suasana barunya, bermain dengan kakak sepupunya, jalan-jalan bersama sang kakek, ikut jualan di pasar dengan neneknya. setiap kali kami telpon raditya dengan semangat bercerita tentang kegiatannya, hingga hari minggu pertama terlewati, dan kami belum juga jemput Raditya. Hari itu Raditya merenget kepada kakeknya buat nelpon kami.

supaya tidak kakeknya raditya yang nelpon duluan, maka setiap pagi atau sore kami nelpon, sekedar melepas rindu dengerin suara Raditya. tiada bisa di pungkiri rasa rindu ini pasti melanda dikala Raditya tidak bersama kami, dan sepertinya demikian pula dengan raditya. di telpon terakhir hari jumat yang terdahulu, Raditya dengan manjanya meminta ibunya untuk datang  ke rumah kakek.

karena tugas untuk menyiapkan materi buat tahun ajaran baru ibunya juga kebetulan sudah selesai, hari sabtu sudah bisa liburan dan kami sepakat untuk menjemput Raditya.

sesampainya dirumah kakek, Raditya tidak mau lepas dari kami, wah mungkin saking kangennya. “Radit main kemana aja sama kakek?” saya  bertanya dan dengan semangat Raditya menceritakan pengalamannya yang diingat dan terkesan. cerita anak 2 tahun sangat lucu dan saya selalu menyimak apa yang di ceritakan walau sejujurnya tidak semua yang diceritakan bisa saya pahami karena keterbatasan kosa kata dan pengucapan, namun ini merupakan sebuah latihan buat Raditya untuk menceritakan sesuatu dan saya sebagai bapaknya harus memberikan perhatian dan tidak  “menghakimi” kesalahan pengucapan. cerita kakeknya setiap jam 4 pagi, selalu bangun dan manggil-manggil bapak. demikian pula pada saat malam ketika akan tidur, memanggil ibu dan bapak. wajar saja, keseharian sebelum tidur Raditya selalu mintya di buatin susu kepada saya bapaknya, dan setiap pagi bisanya selalu gangguin bapaknya 🙂

hari Minngu ini, pagi-pagi kami kembali ke Denpasar, Raditya tidak mau di gendong oleh kakek ataupun neneknya dan selalu mencari-cari bapak dan ibunya (takut tidak diajak) rindu ini telah mengakhiri hari libur Raditya bersama kakeknya dan memilih ikut dengan kami.


Tinggalkan Komentar Anda