Memaknai Hari Raya Galungan

Auto Date Thursday, December 2nd, 2010

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuninganbeberapa hari lagi umat hindu akan merayakan hari raya galungan. untaian perayaan sudah dimulai jauh hari sebelum perayaan galungan, yaitu 6 hari sebelum galungan yang dikenal dengan istilah sugihan jawa dan keesokannya (5 hari sebelum galungan) disebut sugihan bali. yang menarik disini buat saya adalah istilah sugihan jawa dan sugihan bali.  menerusuri beberapa sumber , saya jumpai makna sugihan berasal dari kata sugih yang maknanya kaya yang memiliki makna memperkaya diri dengan kebajikan dan spiritual. sugih juga bermakna penyucian, pembersihan atau peleburan apa yang diperoleh dari alam dibersihkan dan disucikan menjadi bahan dalam menjalankan perayaan Galungan.

kesalahan pandangan terhadap sugihan jawa dan sugihan bali dimaknai dalam konsep perbedaan geografis dan strata sosial, dimana sugihan jawa dirayakan oleh orang luar bali, kelompok diluar keturunan bangsawan sedangkan sugihan bali dirayakan oleh orang bali asli dari keturunan bangsawan.

seiring dengan perkembangan pemahaman filsatfat agama dengan bersumberkan pada kitab suci Veda, makna sugihan kemudian diluruskan artinya. istilah jawa identik dengan jaba, makna yang tersirat  pensucian diluar diri, pembersihan terhadap lingkungan, alam makrokosmos (bhuana agung). sugihan jawa jatuh pada hari wraspati, wage, wuku sungsang. memuja Hyang Widhi di pura, sanggah pamerajan dengan banten pereresik, punjung, canang burat wangi, canang raka, memohon kesucian dan kelestarian bhuwana agung (alam semesta).

sugihan bali identik dengan wali yang bernakna kembali, kedalam diri, penyucian kedalam diri, pembersihan kedalam alam mikrokosmos (buana alit). sugihan bali jatuh pada hari sukra, kliwon, wuku sungsang. memuja Hyang Widhi di pura, sanggah pamerajan dengan banten pereresik, punjung, canang burat wangi, canang raka, memohon kesucian, dan keselamatan bhuwana alit (diri sendiri).

penyucian buana agung dan buana alit diharapkan setiap umat mampu untuk menghadapi tantangan-tantangan menjelang hari raya galungan dan kuningan, mengingat gaungan merupakan hari kemenangan dharma atas adharma. disini musuh yang dimaksud adalah musuh dalam diri manusia sendiri, bagaimana umat hindu diharapkan bisa memenangkan kebajikan (dharma)  atas angkara (adharma)  yang berada pada diri tiap manusia.

***********
sumber:
* Gusti Sudiartama
* tusuda


Tinggalkan Komentar Anda


Search
Categories
bash (1)Ms Windows (3)