Nama Bali
Orang Bali memiliki sebuah tradisi dalam pemberian nama pada anak dengan nemambahkan sebuah penanda seorang anak itu anak ke beberapa dari saudaranya. Sebutan itu terdiri atas [dari anak tertua ke paling muda] Wayan [tertua], Made [madia/tengah], Nyoman [noman/muda] dan Ketut [paling akhir]. Tambahan nama ini menjadi ciri khas orang Bali, di saat seseorang membaca atau mendengar nama dengan kata Wayan.. Made… Nyoman… Ketut… biasanya orang akan mengatakan “Anda orang Bali ya?” Nama-nama sebutan inilah yang sangat menarik dan menjadikan ciri buat orang Bali, bukan hanya dalam negeri Indonesia juga sampai ke mancanegara.
Nama sebutan ini hanya terdapat 4 lha bagaimana kalau anaknya sampai lebih dari 4?
Menurut pendapat saya pribadi memiliki anak sejumlah 4 orang sudah sangat banyak namun apabila ada yang sampai punya anak lebih dari 4 maka nama ini akan kembali lagi ke awal menjadi Wayan Balik dan seterusnya. Namun untuk jaman sekarang ini, nama nyoman mulai berkurang, apalagi ketut jauh sangat berkurang dalam sebuah keluarga, hal ini dikarenakan rata-rata keluarga sekarang memiliki anak 2 atau 3 anak. Hal ini diakibatkan kesadaran untuk memberikan perhatian yang lebih untuk anak sehingga musti berfikir ulang bila memiliki anak yang banyak.
Lantas bagaimana melestarikan Nama-nama Bali ini?
Saya sendiri hampir tidak memberikan Nama Bali ini kepada Raditya, hal ini langsung di protes oleh keluarga besar, dan Kakeknya Raditya dengan bijak menambahkan Nama Bali di akta kelahirannya Raditya [tanpa sepengetahuan kami]. Namun kami terima nama tambahan ini dikarenakan kami sadar inilah yang menjadi kebanggan Raditya kelak menjadi Orang Bali.












































