BBC Masuk RSJ Bangli
Hari ini saya beserta anggota BaliBloggerCommunity hari ini masuk ke RSJ Bangli.
(ini postingan cepat, ceritanya besok aja yach, setelah selesai liburan
langsung
tak update. sekarang fotonya saja deh dulu
saya dengan 9 teman naik motor dengan
alasan supaya bisa melanjutkan jalan-jalan ke tempat laen )
Kunjungan dan Baksos ke RSJ Bangli, menjadi kesan yang sangat menggilakan,
dan menambah pengetahuan tentang Rumah sakit Jiwa Bangli. Kesan sebelum kunjungan
tentang para pasien, sirna dan rasa kasian, akan kondisi penderita yang semestinya
perlu perhatian dari keluarga buat kesembuhannya, malah cenderung di “asing”
kan dan di anggap sebuah momok bagi keluarga.
Kondisi inilah yang sangat memprihatikan, pasien yang tidak lagi di hirau kan
oleh pihak keluarga, padahal kesembuhan pasien sangat dipengaruhi oleh perhatian
pihak keluarga. Hal ini pula lah yang mengakibatkan tempat perawatan kurang
baik kondisinya, biaya operasional lebih besar dari dana yang diperoleh. Gimana
bisa dapat bayaran, orang penangungjawabnya tidak diketahui lagi.
Ketika saya menyerahkan sumbangan pada salah satu ruangan, saya sempat ditanya
asal. oleh salah satu pasien. yang ternyata dari Denpasar. Pasien ini bercerita
bahwa dirinya di tangkap trantib, saat dirinya mengalami ke “kambuh”
an dan kemudian di bawa ke RSJ Bangli. Dari pembicaraan ini saya merasa Pasien
ini tidaklah Gila seperti apa yang kita kira. Pasien dari kamar ini umumnya
memiliki kesadaran yang sama seperti saya (Jangan-jangan saya Gila Juga
).
Saya teringat kembali, ketika sebelum berkunjung ke Sal, Penanggung jawab RSJ
telah menjelaskan bahwa Pasien disini yang sudah sembuh ada juga yang kembali
lagi masuk, hal ini dikarenakan mereka atau keluarganya merasa bosen untuk mengkonsumsi
obat. Hal ini disebabkan oleh biaya dan atau pihak keluarga merasa “males”
buat mengambil obat di RSJ Bangli karena jarak dari rumah.
Dari Kunjungan kali ini, saya mendapatkan betapa mereka para penghuni RSJ Bangli
sangat memerlukan perhatian dari kita semua. Lihat saja kondisi kamar, saya
tidak bermaksud untuk memojokan pihak Rumah sakit, namun saya pingin agar pemerintah
daerah Bali maupun Pusat maupun para donatur memperhatikan dan bisa memberikan
tempat yang lebih layak bagi mereka.Saya pun melihat di RSJ ini sedang dibangun
gedung baru. semoga gedung ini digunakan untuk merawat mereka, tak terkecuali
yang tidak ada penanggung jawabnya.
Saya sadar pendapatan Rumah sakit ini tidak besar, klo dihitung (saya bukan
ahli akutansi, hanya menggunakan pengamatan) dari pengamatan saya, rumah sakit
ini pastilah merugi (semoga saya salah), dan saya berharap dengan postingan
ini pandangan kita terhadap RJS bukan menjadi olok-olokan karena Mereka bukan
bahan olokan.
































































