Mengenal ‘Social Climber’ dan Ciri-Cirinya, Apakah Kamu Termasuk?

Auto Date Friday, May 26th, 2017

Saat ini, hampir semua orang memiliki sosial media. Baik itu Facebook, Twitter, Instagram, Path, dan masih banyak lagi. Ada yang hanya menggunakan satu atau dua sosial media, namun banyak juga yang aktif di semua sosial media populer. Inilah yang menjadi salah satu alasan kenapa banyak operator di Indonesia menawarkan paket internet murah hingga gratisan khusus sosial media.

Di tengah maraknya aktivitas manusia menggunakan sosial media, disinyalir muncul sebuah sindrom ketergantungan yang disebut Social Climber. Pernah mendengar istilah ini? Jika belum, simak sejenak uraian mengenai apa dan seperti apa ciri-ciri social climber itu.

sumber: Inovasee.com

 

Apa Itu Social Climber?

Ini adalah istilah yang digunakan untuk menyebut orang-orang yang ingin status sosialnya tampak tinggi di dunia maya. Orang-orang yang ada kecenderungan jadi orang terkenal, berkelas, dan viral ini pun memiliki sejumlah ciri-ciri yang bisa diamati.

Jika ingin tahu cek ciri-cirinya di bawah ini. Atau mungkin kamu salah satu seorang social climber?

Ciri-Ciri Social Climber Itu..

Seringkali Memosting Merek Tertentu di Social Media

Social climber itu biasanya sangat aktif meng-update rutinitas sehari-hari dan senang memosting kemewahan. Biasanya mereka menunjukkan beragam merek terkenal, seperti foto di sore hari dengan minum Starbuck, serunya weekend belanja ke Prada, pagi-pagi foto di kolam renang sebuah hotel kenamaan, dan seterusnya.

Para social climber seperti tidak terlalu memusingkan kuota atau pulsa yang dihabiskan untuk eksis di jejaring sosial. Jika habis, toh tinggal mengisi ulang via cara yang mudah dan menyenangkan. Contohnya bisa dilihat di sini.

● Gemar Mencari Perhatian di Sosial Media

Apa yang kamu tulis saat update status? Apakah itu curhatan, luapasan emosi, memberikan informasi, atau share sesuatu. Kamu boleh-boleh saja menulis apa pun yang disukai, selama tidak melanggar aturan umum dan aturan dalam sosial media itu sendiri.

Namun, bagi social climber, update status bisa jadi tempat paling bebas berkespresi. Biasanya mereka memposting hal-hal kurang berkualitas dan bermanfaat, hanya untuk mengundang perhatian netizen. Misalnya, “Wah.. Pakai gaun yang dari Perancis atau Inggris ya buat besok?”

Padahal, sebenarnya tidak ada yang benar-benar peduli dengan status semacam itu, kecuali sesama social climber. Tujuannya tentu untuk bersaing popularitas.

● Menyembunyikan Jati Dirinya

Social Climber memang senang menunjukkan kemewahan, keindahan, kekayaan, dan hal ‘wah’ lainnya di zaman saat ini. Untuk itu, tidak sedikit yang sengaja menutupi atau menyembunyikan jati diri yang sebenarnya.

Misalnya, di dunia nyata ia tampak biasa saja dan sederhana. Bahkan untuk online pun perlu berhemat paket internet, atau mencari WiFi gratisan. Sedangkan di sosial media ia tampak luar biasa. Pernah menemukan ciri-ciri ini?

● Senang Menunjukkan Foto-Foto Seksi

Segala usaha dan cara akan dilakukan social climber untuk mendapatkan perhatian dan menjadi populer. Satu di antaranya dengan memosting foto-foto seksi atau pamer baju dan make up tertentu. Jika netizen yang melihat tertarik dan mencoba menggoda, justru mereka marah. Ya, tujuan kembali hanya mencari perhatian saja.

Ciri-Ciri ini paling banyak ditemui di social climber wanita. Sedangkan para pria biasanya lebih senang memposting foto seksi tanpa atasan, seperti sedang olah raga dan sebagainya.

● Tidak Benar-Benar Memiliki Karya Atau Prestasi

Rata-rata social climber hanya berfokus pada popularitas lewat kemewahan, wajah rupawan dan sejenisnya. Hal-hal yang saat ini dinilai sejumlah orang bisa menaikkan status sosial di dunia maya. Mereka akan sangat senang dan termotivasi saat apa pun yang di update di sosial media dilihat, di-like, di-share, bahkan dikomen banyak orang.

Beberapa dari mereka bahkan rela menghabiskan banyak kuota data dan pulsa untuk bisa populer. Bila habis, kini cara isi ulang semakin mudah, seperti cukup lewat Traveloka.

Namun sayangnya, social climber rata-rata tidak memiliki prestasi atau karya misalnya bakat menyanyi, bermain alat musik, seni tari tradisional, menjuarai pertandingan tertentu, dan sejenisnya. Hal semacam ini justru tidak menarik bagi social climber.

Bagaimana? Setujukah dengan ulasan di atas, atau kamu salah satu social climber itu. Tidak ada yang salah dengan kemewahan atau berusaha untuk jadi populer di dunia maya. Itu hak masing-masing orang dan kamu bertanggung jawab penuh atas apa-apa yang dilakukan sendiri.

Tapi, alangkah baiknya berpikir lebih bijak dalam menggunakan sosial media. Zaman sekarang, kesempatan seseorang untuk populer memang semakin mudah karena ada internet. Namun, cara yang digunakan tidak harus berlebihan dan justru menganggu orang, gunakan untuk yang lebih berguna untuk diri sendiri, memberi tutorial atau tips untuk orang lain. Mari galakkan internet sehat dan bijak dalam menggunakannya, untuk kebaikan diri kita sendiri. Semoga bermanfaat!

 

**photo Ilustrasi diambil dari Inovasee.com

 

Salam,

 

Made Artha

Tinggalkan Komentar Anda