Pandawa dan Kurawa Siapa sih Mereka?

Auto Date Wednesday, June 11th, 2014

Pandawa dan Kurawa Siapa sih Mereka? mungkin kita pernah menonton kisahnya di televisi (versi India) menceritakan tentang 2 kutub yang sejatinya adalah keluarga besar sebuah kerajaan pada jamannya (entah kapan jamannya saya sendiri ndak tahu). bukan hanya di ceritakan dalam sebuah episod yang sangat panjang di statiun tv swasta saat ini (terusterang saya ndak inget tv swasta yang mana … ) namun juga ternyata digunakan dalam kampanye pilpres kali ini (kalau saya cermati sih dari kedua belah pihak saling klaim) yang membuat saya heran adalah pilpres di identikan dengan perang…. nih otaknya dimana sih ya? ini sejujurnya berebut mau perbaiki kondisi Bangsa atau ngancurin sih ya? katanya amanah ! tolong lah ya nyadar!!!!

Balik lagi ke masalah Pandawa dan Kurawa, saat saya SD dan SMP mendapat pelajaran Agama Hindu karena saya penganut Agama Hindu dimana pada saat itu sang guru menjelaskan babad ini  dengan sebuah ceritera yang kurang lebih adalah seperti yang bisa di tonton di TV swasta itu. menceritakan tentang 5 putra pandu yakni Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sahadewa (sebenarnya sih bukan putra biologisnya) Putra-putra dari Pandu memiliki sifat Bijaksana, ksatria, adil, penyayang sesama  dan 100 Kurawa yang merupakan Putra dari Prabu Dretarastra yang merupakan saudara tiri dari Prabu Pandu (Lain ibu) memiki sifat licik dan selalu iri hati dengan kelebihan Pandawa terlebih putra tertua dan merupakan putra kesayangan dari Prabu Destarastra yang bernama Duryudana. namun demikian,  mereka (pandawa dan kurawa) tumbuh dan berkembang bersama, belajar (baik ilmu pemerintahan maupun ilmu perang). puncak   dan puncaknya adalah saat Yudistira dinobatkan jadi raja membuat Duryadana menjadi iri hati dan merencanakan untuk menyingkirkan para Pendawa lewat permainan dadu dimana pandawa mengalami kekalahan yang mengakibatkan harus menyerahkan sementara tahta kerajaan selama periode mengasingkan diri ke hutan selama 12 tahun dan kemudian hidup dalam masa penyamaran selama 1 tahun kepada Duryudana. Setelah Masa itu pengasihan dan penyamaran terlampoi maka Pandawa kembali kekerajaan dan meminta haknya kembali, namun pihak Kurawa (Duryodana tidak bersedia mengembalikannya). prose negosiasi dilakukan namun tidak ada hasil higga kesabaran para Pandawa habis dan terjadilah perang Bharatayuddha.

Dari cerita ini akan ada Orang atau kelompok Orang yang Baik (Pandawa) dan ada kelompok Orang yang Jahat (Kurawa). Guru Agama kemudian bertanya “Anak-anak mau masuk kelompok yang Mana???” ya sebenarnya sih pertanyaan ini ndak perlu dijawab sudah barang tentu akan masuk kelompok Pandawa. kemudian Guru melanjutkan “Nah … karena kalian memilih Pandawa maka ikutilah ajaran kebaikan-kebaikan dari Pandawa”

Saat saya di SMA kembali dalam Pelajaran Agama Hindu disampaikan seorang guru yang juga merupakan pemuka Agama (Pemangku Pura) namun kali ini cerita ini tidak bertele-tele namun langsung menuju pertempuran Bharatayuddha dan dimana letak pertempuran tersebut?

Ternyata lokasinya tidaklah jauh yakni didalam diri tiap manusia.  Ini adalah Pertempuran antara hawa nafsu (sifat jahat/angkara) diri dengan Hati Nurani (suara Nurani) yang tidak pernah bohong. Ini adalah sebuah pertempuran seseorang melawan sifat-sifat jahat diri sendiri (dalam ajaran Hindu dikenal istilah Triguna,Tri Mala dan Tri Mala Paksa, Catur Mada, Panca Wisaya, Panca Ma, Sad Ripu,Sad Atatayi, dan blog tetangga menambahkan)

Mulut bisa berkata bohong namun setiap kali kebohongan terucap maka dalam diri manusia akan ada suara yang berkata bahwa ucapan saya bohong

Setiap kali tangan ini mengambil atau mencuri maka ada suara yang tidak terdegar yang muncul dalam diri tiap manusia mengatakan saya berbuat salah sudah mencuri

Kebenaran, kebaikan yang merupakan sifat PANDAWA ada pada tiap Mahluk hidup khususnya manusia dan demikian pula irihati, kebencian, kemurkaan, kemaksiatan, Egois dan angkara yang merupakan sifat KURAWA ada pada manusia. Berperahlah dengan kejahatan yang ada pada diri sendiri (KURAWA) dan bela lah PANDAWA.

Sesungguhnya Perang (Agama Islam Menyebut Jihad -klo salah silahkan dikoreksi-) terbesar dan terdasyat adalah perang dengan sifat-sifat buruk diri sendiri

dah capek curhat dan setidaknya saya lega menuangkan isi hati akan Pandawa Dan Kurawa dan sekarang juga sudah pagi lanjutin entar pagi lagi ya …….

Salam

made Artha

Gambar ilustrasi di ambil dari http://goseasia.about.com/od/bali/ig/Nyepi-Images/Image-of-Ogoh-Ogoh-Parade.htm

Tinggalkan Komentar Anda