Merah Putih sang dwi warna

Auto Date Monday, August 16th, 2010

Sang Dwi Warna Merah PutihBila beberapa bulan lalu tiang-tiang bambu terpancang di sepanjang jalanan desa Buruan sampai desa Wanasari Tabanan yang merupakan trend center persepakbolaan daerah Tabanan mengibarkan bendera-bendera dengan ukuran besar dari negara peserta piala dunia 2010 ditambah sang dwi warna Merah Putih yang merupakan sebuah pengharapan Indonesia bisa masuk dalam ajang bergengsi dalam dunia persepakbolaan dunia. Pemasangan bendera ini sempat mendapat kritik “kenapa mengibarkan bendera negara lain apalagi ukurannya sangat besar?” Kalau saya memandangnya dari sisi yang berbeda, negara-negara tersebut merupakan panutan bagi para pemain sepak bola di daerah Tabanan khususnya desa Buruan serta Wanasari yang mengklain desa mereka adalah desa Piala Dunia. Negara-negara inilah yang menjadi inspirasi pemuda untuk giat latihan sepak bola, dengan trik-trik serta pola permainan yang disajikan oleh team negara-negara idola, masih menurut pandangan saya hal ini sih merupakan hal yang positif, apalagi saya lihat bendera dengan ukuran yang tidak kalah besar dwi warna berkibar di bagian pusat. Ketika ada negara yang tersingkir, maka bendera dari negara tersebut diturunkan, hingga final piala dunia mendapatkan satu negara peserta sebagai negara juara piala dunia yang di turunkan beberapa hari setelah menjadi juara hingga tinggalah satu negara yang benderanya tidak turun adalah Indonesia karena tidak pernah kalah :)

Bambu Pancang tersebut di bulan Agustus ini masih ada, dengan dwi warna, tiang tersebut kini menghiasi sepanjang jalanan Wanasari hingga Buruan. Saya salut dengan dua desa ini, sepanjang perjalanan saya dari denpasar menuju Penebel, saya tidak melihat warga desa yang memasang bendera seperti di dua desa ini. Sayapun heran, kenapa di televisi tidak menanyangkan berita pengibaran bendera dwi warna (beda dengan saat piala dunia saling berlomba-lomba menayangkan berita pengibaran bendera negara piala dunia). Apa karena tidak memiliki daya pikat seperti halnya peristiwa piala dunia? sungguh ironi memang ….

Sang Dwi Warna

Salut buat Bli Wira, Bli Pande yang telah mengibarkan bendera di blognya serta Bli Junk mengganti Avatar Facebook dengan dwiwarna, satu lagi Bli Pande dengan latar Dwi warna pada avatar Facebook. Pemerintah dan pimpinan boleh berganti Semangat jiwa raga tetap pada Dwi Warna ….

Produk Amazon

Tragedi peradaban: Refleksi kehidupan sosial (Seri pustaka Hati baru)Essays on culture, philosophy, science, political violence.
Seandainya aku bukan anakmu: Potret kehidupan anak IndonesiaPlight of Indonesian children; collection of essays.
Kehidupan: WebsterKehidupan: Webster’s Timeline History, 1831 – 2007Webster’s bibliographic and event-based timelines are comprehensive in scope, covering virtually all topics, geographic locations and people. They do … Read More >

9 Responses to “Merah Putih sang dwi warna”

      Komentar dari Cahya :
      August 16th, 2010 jam 5:10 am

      Bli Artha,

      Masalah bendera negara ada aturannya untuk tidak sembarangan menggunakannya, seperti lambang negara. Saya belum dapat kepastian dari Bli Gung Pushandaka, apa boleh meletakkan bendera negara sebagai ikon, pernak-pernak, atau logo pada sebuah situs.

      (Artha)klo saya sih berpendapat selama hal itu bukan untuk hal yang negatif ya sah-sah saja, saya bangga akan negara ini dengan meletakan menggunakan simbul-simbul kenegaraan apa salah? kebayang ndak klo semua blogger Indonesia menampilkan burung garuda serta bendera Merah Putih di blognya ….


      Komentar dari Ucha :
      August 16th, 2010 jam 5:48 am

      Ironisnya, di kota saya Manado, saat piala dunia hampir semua orang berlomba memasang bendera negara peserta. Ukurannya juga gak tanggung2, ada yang sampai lebar 8 meter. Giliran mau 17an, eh malah lesu.

      (Artha)hal ini memang ironi; yang saya takutkan awalnya adalah seperti itu; namun saya bersyukur dan bangga ternyata tang pancang tersebut telah berganti dengan Merah Putih


      Komentar dari Yari NK :
      August 17th, 2010 jam 3:40 am

      Wah… jadi merasa tersindir nih karena di blog saya belum saya hiasi dengan merah putih.. hehehe… tapi nggak apa2 deh… hati saya tetap merah putih… dan kita harus bangga dengan merah putih (walaupun bendera kita coraknya termasuk yang paling sederhana di dunia bersama bendera2 dari negara2 yang juga hanya memakai dwiwarna dan sebuah garis horizontal untuk memisahkan kedua warna) karena siapa lagi jika bukan kita yang membanggakannya??

      Walau bendera kita coraknya sederhana, biarlah, yang paling penting kini ialah bagaimana agar negeri kita ini menjadi negeri yang dihormati dan yang disegani di negara lain…


      Komentar dari Joesph Grindeland :
      April 16th, 2011 jam 7:06 pm

      Great blog here! Also your web site loads up very fast! What web host are you the use of? Can I get your associate link on your host? I desire my site loaded up as fast as yours lol


    0Trackbacks/Pingbacks

       


Tinggalkan Komentar Anda

Academics Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Made Artha

Create Your Badge

isikan email saudara :

disajikan oleh FeedBurner